Bale Lumbung Rumah Tradisional Pulau Lombok

Bale Lumbung adalah Rumah Adat Tradisional Suku Sasak di Pulau Lombok yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan beras

Indonesia memiliki berbagai macam adat dan budaya yang sangat banyak jumlahnya. Dari tari tradisional, cara hidup, kesenian, kerajinan, adat setempat dan masih banyak lagi dari Merauke sampai Sabang dan dari Pulau Rote sampai Talaud. Di dalam Bahasa Lombok atau Bahasa Sasak, Bale artinya rumah dan lumbung tetaplah lumbung. Di Lombok, banyak sekali terdapat jenis bale, namun pada kali ini kami akan menjelaskan tentang salah satu Rumah Tradisional Suku Sasak yang ada di Lombok yaitu Bale Lumbung.

Bale Lumbung merupakan rumah tradisional yang tersebar di berbagai belahan Indonesia yang sangat kaya dengan keanekaragaman suku dan budaya. Rumah ini juga melambangkan kesejahteraan masyarakat Suku Sasak semenjak jaman dahulu kala. Dari jaman dahulu sampai dengan sekarang, pulau Lombok masih menjadi penghasil beras di Indonesia sehingga stoknya di distribusikan ke pulau lain untuk mencukupi kebutuhan padi di nusantara.

Bale Lumbung memiliki 4 tiang sebagai pondasi dan lumbung padi terletak di bagian atas dari bangunan. Tiang ini berbentuk bulat dan lumayan tinggi yang ditujukan untuk mencegah tikus naik dan mencium bau beras yang ada di atas. Apabila seseorang ingin menaruh atau mengambil stok beras, maka ia haruslah menaiki anak tangga untuk mengambilnya. Untuk bagian bawah, terdapat semacam berugak (gazebo versi Lombok) yang digunakan sebagai tempat istirahat sekaligus tempat berjaga. Biasanya bangunan ini terletak dekat dengan kandang hewan di dekat rumah masyarakat. Bagian atapnya terbuat dari ilalang yang sudah dikeringkan terlebih dahulu.

Jika anda ingin melihat bangunan ini, anda dapat mudah menjumpainya di Desa Sukarara dan Desa Tradisional Suku Sasak Desa Sade selama mengambil paket wisata ke lombok. Jika berada di dalam rumah ini, anda akan merasa sangat sejuk, dikarenakan ilalang ini dapat menahan suhu panas dengan baik, begitu pula dengan hujan yang tidak akan menyebabkan kebocoran dari air hujan. Di Kota Mataram, bangunan ini diambil konsepnya pada bagian pintu masuk kantor maupun sekolah-sekolah, namun tentu atapnya sudah modern.

Sosial Media :