Desa Sade, Desa Tradisional Suku Sasak Pulau Lombok

Desa Sade, Desa Tradisional Suku Sasak Pulau Lombok

Desa Adat Suku Sasak, Desa Sade erupakan sebuah Desa yang terkesan jauh dari tingkat modernisasi merupakan salah satu perkampungan suku sasak Lombok. Dusun yang dihuni oleh sekitar 700 jiwa ini terletak di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Apabila dilaju dari kota Mataram maka akan menempuh jarak sekitar 30 km. Pada dasarnya tidaklah sulit untuk menemukan lokasi desa ini lantaran posisinya yang tepat berada di tepi jalan raya, serta di bagian luar desa pengunjung dapat melihat papan nama besar yang bertuliskan Dusun Sade.

Paket Wisata Lombok 2017

Pengunjung akan menemukan keasrian dari pesona dusun ini, salah satunya dari bentuk bangunan yang digunakan penduduk masih terbuat dari kayu dan bilik bambu yang beratapkan ijuk jerami. Rumah penduduk sasak mayoritas hanya terdiri dari tiga ruang, yang pertama pada bagian depan yakni ruang pintu masuk rumah, yang kedua adalah ruang yang letaknya agak ke dalam, ruang ini memiliki lantai lebih tinggi sekitar dua anak tangga dari lantai ruang depan. Kedua ruangan ini dipisahkan oleh dinding dan sebuah pintu yang terbuat dari kayu dengan ukuran 150 cm saja. Apabila ingin tidur, ada ruang yang tak jauh dari tempat mereka memasak yang hanya dipisah oleh dinding bilik bambu.

Paket Tour Lombok 2017

 

Konon, rumah-rumah ini didirikan tanpa menggunakan paku. Tiang rumah dan kusen-kusen pada bangunan utama terbuat dari kayu yang kokoh. Pada bagian luar rumah, terdapat bangunan lumbung padi, didirikan di atas empat tumpukan kayu dengan atap berbentuk topi yang terbuat dari alang-alang. Biasanya padi dimasukkan melalui jendela terbuka. Pada bagian bawahnya terdapat bale-bale, yakni tempat untuk para penduduk berinteraksi sekaligus menjaga lumbung.
 

Kehidupan masyarakat Sade sungguhlah sederhana. Mereka masih memasak menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya. Bahkan, lantai rumahnya terbuat dari bahan campuran tanah liat, getah pohon, abu jerami, dan kotoran kerbau. Campuran ini dimaksudkan agar ruangan di dalam rumah tidak lembab dan terjaga kebersihannya dari gangguan nyamuk. Rumah-rumah Sade pun berjajar rapi dengan tinggi yang hampir sama satu sama lainnya. Jalan penghubung antar rumah masih terbuat dari tanah, namun sebagian ada yang sudah terbuat dari semen dan ubin.

Mayoritas penduduk sasak Sade bekerja sebagai petani, sedangkan wanitanya adalah para pengrajin tenun, biasanya hasil tenun itu dijual di sekitar rumah maupun dipasarkan pada toko seni dengan harga yang bervariasi sesuai dengan ukuran dan tingkat kerumitan pembuatannya. Bahan yang dipakai untuk menenun awalnya diperoleh dari lingkungan sekitar, yakni mulai dari benang yang dipintal dari kapas yang tumbuh liar di kebun-kebun maupun bahan pewarnanya yang dibuat dari warna tanaman-tanaman yang mudah ditemui. Namun kini, mereka sudah bisa mendapatkan benang-benang tenun dari penjual di pasar terdekat sehingga lebih mempercepat proses produksi. Menenun kain songket biasanya membutuhkan waktu minimal dua minggu, tergantung dari kerumitan desain.
 

Dusun Sade telah dijadikan andalan pariwisata tradisi dan budaya Pulau Lombok. Oleh sebab itu, masyarakatnya diberdayakan dan didorong pemerintah setempat agar selalu menjaga keaslian bangunan dan lingkungan adat, serta merawat kesenian tradisional sebagai warisan leluhur mereka. Kepandaian mereka membuat kerajinan yang dijual kepada turis-turis diharapkan mampu menghidupi mereka.

 

Kunjungi Media Sosial Kami:
Facebook
Google Plus
Twitter

 

Sosial Media :